Minggu, 25 Januari 2015

APA ITU MANAJEMEN SASYUIK

Manusia dengan masalahnya, ibarat badan dengan dakinya. Berapa kalipun mandi dalam sehari, badan masih menyisakan daki. Seberapapun masalah terselesaikan, masalah baru datang silih berganti.
Jika tujuan mandi hanya untuk menghilangkan daki, hati pun merasa terbebani. Tapi karena tujuan mandi untuk membersihkan dan menyegarkan badan, maka sejuknya guyuran air terasa sampai ke ulu hati. Jika menyelesaikan masalah tujuannya semata-mata agar tidak lagi dikejar masalah, maka ketika muncul masalah baru, menjadikan batin terasa tertekan. Tapi kalau menyelesaikan masalah dianggap sebagai "seni" menjalani kehidupan dan sebagai bagian dari pembelajaran, maka meskipun berat akan terasa nikmat, bagaikan berjuang untuk memenangkan pertandingan.
Masalah pada umumnya dipandang sebagai penyebab derita. Padahal jika disikapi dengan bijak, justru berkat masalah muncullah bahagia. Bahagia atau derita sebagai respon munculnya masalah, tergantung "kacamata" yang digunakan oleh si penyandang masalah. Jika menganggap bahwa MASALAH menyebabkan KERUGIAN, maka hati pun PASTI MENDERITA. Tapi jika mampu memandang lebih dalam, bahwa di balik MASALAH akan mendatangkan KEUNTUNGAN, maka hati akan lapang sehingga PASTI BAHAGIA.
Sudut pandang negatif (persepsi umum): MASALAH--> RUGI--> DERITA
Sudut pandang positif (persepsi khusus): MASALAH--> UNTUNG--> BAHAGIA
Agar masalah mendatangkan kebahagiaan, maka yakinkan bahwa apapun masalah yang sedang Anda hadapi pada hakikatnya MENGUNTUNGKAN Anda. Motto menghadapi masalah: SEDIKIT MENDERITA BANYAK BAHAGIA.
Anda mungkin tidak percaya dengan teori tersebut. Saya tegaskan bisa!
Caranya, aktifkan dan sinergikan pemanfaatannya dahsyatnya 3 (tiga) potensi diri yang Anda miliki. Tiga potensi diri itu ialah sumber daya SASYUIK, EMASPIMA, dan BAWAH SADAR.
Cara atau metode mensinergikan ketiga potensi itu dinamakan MANAJEMEN SASYUIK. Definisi MANAJEMEN SASYUIK adalah proses pemanfaatan sumber daya sabar syukur ikhlas secara efektif untuk mencapai bahagia dan sukses.
SASYUIK akronim dari SABAR SYUKUR IKHLAS. Jika dianalogikan pesawat terbang, SABAR adalah bagian depan badan pesawat di mana ada ruang pengendali dan sistem navigasi. SYUKUR adalah bagian belakang pesawat, dimana terdapat ekor yang berfungsi untuk pengendali naik-turun dan berbelok. IKHLAS adalah sayap pesawat, yang berfungsi sebagai daya angkat dan daya terbang.
EMASPIMA adalah bagian dari fungsi OTAK KANAN merupakan akronim dari emosional, imajinatif, spontan, implisit, acak. Emaspima berkemampuan tinggi sebagai mesin eksplorasi pemecahan misteri kehidupan. Maka, dianalogikan sebagai SISTEM NAVIGASI pada Pesawat Sasyuik.
BAWAH SADAR atau pikiran bawah sadar adalah aset berkemampuan luar biasa untuk "melihat, menyimpan, dan kemudian mewujudkan jadi kenyataan" yang dimiliki oleh setiap orang. Karena fungsinya itu, maka dlm sistem penerbangan Pesawat Sasyuik, BAWAH SADAR dianalogikan sebagai RADAR.
Jika Anda sudah mampu mengaktifkan dan mensinergikan pemanfaatan dahsyatnya ketiga potensi diri tersebut, maka Anda bagaikan mengendarai pesawat pribadi super cepat yang selalu setia menerbangkan Anda ke bandara impian BAHAGIA DAN SUKSES. Kehidupan Anda akan dipenuhi "KEAJAIBAN" yakni kemudahan, percepatan, pertolongan Allah selalu datang di luar dugaan.
Mengapa bisa terjadi? Yah, karena menggunakan Manajemen Sasyuik dalam kehidupan, pada hakikatnya selalu berprasangka baik kepada Allah dan selalu bergantung kepada-Nya. Karenanya, selalu tunduk patuh, menerima dengan senang hati, apapun yang diberikan-Nya kepada Anda, termasuk yang tidak Anda sukai, mk sebagai hadiahnya, Anda berhak BERSAHABAT DENGAN BAHAGIA.

Hamka Suyana (Motivator)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar